Litelenjel's Stories

bercerita tentang rasa yang ada

tak terucap, bukan berarti tak dirasa..

Karena kita punya hati. Tempat bebas untuk menduga, berprasangka, berpendapat, merasa, dan memelihara mimpi. Wilayah abu-abu dari semua penilaian benar salah. Teritorial paling aman lagi pribadi. Kotak pandora penuh misteri, berisi hasrat dan rahasia terdalam.

Dan inilah kisah cerita hatiku. Isi benak dan pikiranku. Tentang aku, kamu, dan sekitar.

Tak Ada Lagi Kamu

Ada satu waktu, ketika aku terusik rindu. Dan langitpun melukiskan senyummu. Lekukan paling indah yang pernah ada.

Tapi kini aku bergumul dengan gundah. Langit berubah menjadi pekat.

Tak ada lagi senyummu. Tak akan pernah ada lagi.

Hati ini masih basah memeluk luka. Sendiri aku di tepian mimpi. Berkawan dengan gelapnya malam yang membeku.

#SingWithMe Saat Aku Lanjut Usia

Saat aku lanjut usia
Saat ragaku terasa tua
Tetaplah kau slalu di sini
Menemani aku bernyanyi

Saat rambutku mulai rontok
Yakinlah ku tetap setia
Memijit pundakmu hingga kau tertidur pulas

Reff:
Genggam tanganku saat tubuhku terasa linu
Kupeluk erat tubuhmu saat dingin menyerangmu
Kita lawan bersama, dingin dan panas dunia
Saat kaki tlah lemah kita saling menopang
Hingga nanti di suatu pagi salah satu dari kita mati
Sampai jumpa di kehidupan yang lain

Saat perutku mulai buncit
Yakinlah ku tetap yang tersexy
Dan tetaplah kau slalu menanti
Nyanyianku di malam hari

Teruslah Berdoa

Tugas kita hanya sa’i

Ikhtiar, doa, dan bergerak sajalah

Hasil akhir bukan kuasa tangan kita..

Terserah saja, kucuran zamzam akan berada di mana, bagaimana cara keluarnya, atau seberapa banyaknya, itu sudah bukan urusan kita lagi..

#BelajarIslam Your Jannah

The Prophet (SAW) said, “Your jannah lies under the feet of your mother”
(Ahmad Nasai)

Silent Moment

Kadang kita butuh waktu senyap, untuk bisa merasa lengkap

@litelenjel

The Other Me

Konon katanya, tak kenal maka tak kan sayang. Mari kita berkenalan dan melihat sisi lain dari aku, lebih dekat lagi..