Litelenjel's Stories

bercerita tentang rasa yang ada

tak terucap, bukan berarti tak dirasa..

Karena kita punya hati. Tempat bebas untuk menduga, berprasangka, berpendapat, merasa, dan memelihara mimpi. Wilayah abu-abu dari semua penilaian benar salah. Teritorial paling aman lagi pribadi. Kotak pandora penuh misteri, berisi hasrat dan rahasia terdalam.

Dan inilah kisah cerita hatiku. Isi benak dan pikiranku. Tentang aku, kamu, dan sekitar.

Sungguh Kasihan

Hari ini aku mengingatmu. Tak ada lagi air mata dan emosi. Hambar. Tak ada rasa apa-apa.

Sudah tak ada penyesalan lagi.

Aku sadar, aku yang memilih untuk menjadi orang baik. Aku memilih untuk menjadi orang yang penuh maklum dan pemaaf. Aku memilih untuk menjadi dia yang selalu berprasangka baik.

Aku yang berkuasa untuk menyuguhkan segala hal paling baik yang dipunya. Aku yang memutuskan untuk jadi yang terbaik.

Jika jalan cerita mempertemukanku dengan makhluk brengsek sepertimu, itu namanya takdir. Dan aku menerimanya.

Meski setengah mati tak percaya, di dunia ini ada manusia yang begitu licik. Ya, kamu.

Bagiku, sekarang kau hanyalah pelajaran hidup. Sebagai contoh nyata.

Bahwa ada ciptaan-Nya, yang bernafas dan berjalan di muka bumi, tapi tanpa hati. Menyembah dunia dengan segala tipu dayanya.

Bertopeng pesona untuk menjerat, memperalat, menguras habis hanya demi pencapaian semu.

Bagiku, sekarang kau hanyalah pelajaran hidup. Sungguh kasihan manusia sepertimu.

Harus selalu menipu dan berdusta sepanjang usia. Munafik. Benalu.

Aku rasa, dirimu sendiri tak bisa membedakan mana yang betulan atau rekayasa. Mungkin, dirimu sendiri pun selalu curiga kalau kamu perdaya.

Kasihan.

Lesson Learned

A pretty face doesn’t mean a pretty heart

Litelenjel

#quoteoftheday Menangis Lagi

Charles Chaplin menceritakan kepada para hadirin sebuah lelucon yang sangat lucu. Mereka yang hadir, tertawa terbahak-bahak.

Kemudian dia mengulangi lelucon yang sama, tetapi hanya beberapa orang yang tertawa.

Sekali lagi dia mengulangi lelucon yang sama, tetapi kali ini tidak ada seorangpun yang tertawa.

Kemudian ia memandang ke arah para hadirin selama beberapa detik dan berkata:

“Jika anda tidak bisa menertawakan lelucon yang sama berulang-ulang, mengapa anda menangis berulang kali atas masalah yang sama?”

Bagaimana Bisa

Aku kira kamu baik. Aku selalu mengira kamu sebaik yang kamu ucapkan.

Aku kira kamu tulus. Aku selalu berharap kamu setulus yang kamu lakukan.

Aku tak marah kalau nyatanya, selama puluhan purnama ini kamu diam-diam ada agenda lain.

Aku hanya kecewa. Kecewa mendalam. Mengakar hingga ke dasar hati. Ada luka besar di sana.

“Bagaimana mungkin..”

“Bagaimana bisa..”

Kata-kata itu masih suka bergumam dalam benak. Iya, aku masih tak percaya.

Lelaki hebatku. Sahabat di segala cuacaku. Tak sebaik dan setulus yang aku kira.

Aku kira, jika sudah berikan segala yang terbaik akan dibalas hal serupa. Tapi nyatanya, kamu selicik ini.

Bagaimana caramu bisa tidur tenang setiap malam? Tak ada rasa bersalah sedikit pun?

Amazed

Kalau diingat lagi, aku jadi takjub sendiri.

Bagaimana aku bisa menjadi manusia yang paling peduli.

Tak pernah terlewatkan waktu tanpa bertanya kabar, memikirkan kebutuhannya, selalu memastikannya baik-baik saja.

Ternyata aku bisa juga ya, jadi manusia yang sangat mencinta. Tak pernah aku bayangkan bisa begitu.

Sampai sekarang aku masih terkaget, aku bisa setulus itu. Benar-benar segenap jiwa.

Mungkin efek dari capricorn. Atau manusianya yang memang dulu telah membuatku seperti itu? Entahlah..

Sekarang, semuanya sudah lewat.

Sayang, aktornya belum sembuh. Masih suka kumat penyakit lamanya. Mungkin, sudah mendarah daging? Entahlah..

Yang kutau pasti, manusia paling manis dan baik hatinya itu, kini sudah tak ada lagi. Dia mati, terkubur sejarah.

Tersisa mahluk menyeramkan bermuka dua. Bengis dan berjiwa gelap. Yang perkataannya penuh dusta.

Yaa.. Apapun kejahatan yang dia rencanakan, biar jadi karmanya sendiri.

Aku hanya ingin merayakan pencapaianku.

The Other Me

Konon katanya, tak kenal maka tak kan sayang. Mari kita berkenalan dan melihat sisi lain dari aku, lebih dekat lagi..

Keep in touch!