Litelenjel's Stories

bercerita tentang rasa yang ada

tak terucap, bukan berarti tak dirasa..

Karena kita punya hati. Tempat bebas untuk menduga, berprasangka, berpendapat, merasa, dan memelihara mimpi. Wilayah abu-abu dari semua penilaian benar salah. Teritorial paling aman lagi pribadi. Kotak pandora penuh misteri, berisi hasrat dan rahasia terdalam.

Dan inilah kisah cerita hatiku. Isi benak dan pikiranku. Tentang aku, kamu, dan sekitar.

Pekat

Selalu ada waktu terbaik untuk minggat, sebelum semuanya terlambat.

Sungguh, lelah ini bikin niat semakin bulat. Yang sekarang harus benar-benar nekat.

Karena kadang, rasa yang terlalu pekat dapat membuat penat. Hingga rasanya enggan buat mendekat. Tak minat untuk merapat.

Lepaskan semua yang mengikat. Tak ada lagi yang penting untuk diingat.

Bukan. Bukan karena aku jahat. Aku hanya ingin rehat. Hati ini sudah tak kuat.

[d] ada [h]

Duhai kamu yang paling hebat dalam menyakiti hati. Kamu berhasil lagi kali ini. Dengan nilai terbaik, hingga telak mengalahkan yang lainnya.

Aku rasa kamu bertambah mahir. Semakin lihai untuk membuat semuanya buyar. Selamat.

Satu doaku, semoga kita tak akan pernah bertemu lagi.

Jikalau kemudian hari kita tak sengaja berjumpa, tolong teruslah bermain peran. Ya, lanjutkan acting pura-pura kita tak saling kenal.

Alasan Absurd

Datangnya kamu, gak pernah aku rancang. Pertemuan kita pun, gak pernah terbayang ada dalam agenda hidup.

Sampai detik ini, aku masih heran, maksud apa Tuhan mengenalkan aku sama kamu.

Tak ada alasan baik. Benarkah?

Mungkin Tuhan sedang mendidik aku. Memberi contoh hidup yang nyata. Bahwa manusia bisa sebrengsek kamu. Ahlinya pembuat luka dalam hati.

Mungkin Tuhan sedang mengajari aku. Bahwa ada mahluk munafik senyata kamu. Yang gemar menuding tanpa berkaca.

Tuhan..
Jangan Kamu jadikan aku seperti mereka. Mereka yang hidup dan berjalan di atas bumi tanpa hati. Mereka yang jiwanya mati tak berempati.

Tuhan..
Ampuni aku..
Maafkan aku..

Sudahi kutukan ini.
Jangan lagi berjumpa dengan mereka. Aku kapok. Tak sanggup lagi.

Cari Aman

Bukan tak mau bertumbuh,
Tapi di sini memang paling nyaman..
Aman dari segala terpa,
Tempat bersembunyi paling ideal..

Ketika badai mulai bersahutan,
Aku tau ke mana harus pergi..
Bukan takut,
Hanya tak suka pada riuhnya..

Masih boleh aku di sini?
Mencari aman,
Pada liang hangat yang kusebut rumah..

The Other Me

Konon katanya, tak kenal maka tak kan sayang. Mari kita berkenalan dan melihat sisi lain dari aku, lebih dekat lagi..

Keep in touch!