Litelenjel's Stories

bercerita tentang rasa yang ada

tak terucap, bukan berarti tak dirasa..

Karena kita punya hati. Tempat bebas untuk menduga, berprasangka, berpendapat, merasa, dan memelihara mimpi. Wilayah abu-abu dari semua penilaian benar salah. Teritorial paling aman lagi pribadi. Kotak pandora penuh misteri, berisi hasrat dan rahasia terdalam.

Dan inilah kisah cerita hatiku. Isi benak dan pikiranku. Tentang aku, kamu, dan sekitar.

Gelombang Luka

Namanya gelombang luka. Yup, sebebas itu aku menamakan sapuan arus memori yang menyakitkan hati.

Mungkin hanya residu emosi sesaat. Sisa sakit yang telah lalu, namun masih menyisakan pedih yang nyata.

Tapi bisa jadi, ini adalah luka menganga yang dipaksa musnah, dikubur oleh waktu. Perihnya masih terasa segar menyayat.

Apapun jenisnya, tak ada yang membahagiakan.

Hari terburuk adalah, ketika tiba-tiba benakmu tersapu oleh gelombang luka ini.

#katanun Cinta Sia-sia

Kata cinta paling sia-sia adalah, yang diucapkan ketika yang terkasih sudah tak dapat mendengarnya.

Litelenjel

Selagi masih bisa. Sewaktu masih sempat. Ungkapkan sekarang juga..

Semuanya Datang dan Pergi

Manusia datang dan pergi dalam suatu rentang masa. Meninggalkan kenangan, tawa, luka, pelajaran, dan air mata.

Namanya juga hidup. Semuanya datang dan pergi, segalanya dipergilirkan. Tak ada yang abadi.

Apa yang datang akan pergi. Dan semua yang pergi akan terganti.

The Other Me

Konon katanya, tak kenal maka tak kan sayang. Mari kita berkenalan dan melihat sisi lain dari aku, lebih dekat lagi..

Keep in touch!