Litelenjel's Stories

bercerita tentang rasa yang ada

tak terucap, bukan berarti tak dirasa..

Karena kita punya hati. Tempat bebas untuk menduga, berprasangka, berpendapat, merasa, dan memelihara mimpi. Wilayah abu-abu dari semua penilaian benar salah. Teritorial paling aman lagi pribadi. Kotak pandora penuh misteri, berisi hasrat dan rahasia terdalam.

Dan inilah kisah cerita hatiku. Isi benak dan pikiranku. Tentang aku, kamu, dan sekitar.

Maju Terus, Terus Maju

Duhai hati,

Jangan rapuh

Mudah luluh

Dan mengeluh

Kadang, kita harus belajar

Apa yang dikejar

Tak selamanya berpijar..

Kadang dia kehilangan pendar

Sampai nanti memudar

Jangan sedih..

Lihat sekitar,

Selalu ada pintu terbuka

Setiap satu pintu tertutup

Mau Kamu Apa, Sih?

Selalu saja terlena untuk memilikimu

Kamu yang paling sering ada dalam benak

Kamu yang mati-matian aku perjuangkan

Kamu yang terus menerus ada di hati pada setiap tarikan napas

Tak kenal lelah aku mengejarmu

Iya, kamuuu…

Kamu, yang padahal nanti tak kubawa hingga berjumpa dengan Rabb-ku..

Yang harus kupertanggung jawabkan

Yang bikin tegang hari perhitungan

Yang hanya menjadi beban

Duhai dunia,

Bisakah kamu berhenti untuk menggoda

Kasih aku waktu untuk sendiri

Tanpa memikirkan kamu

Tanpa merindukan kamu

Sungguh kamu hanya candaan yang nyata..

Dikejar cuma untuk ditinggalkan

Yakin Situ Oke

Ini sangat lucu

Lucu yang ironis..

Bagaimana bisa kamu membenci

Gerah hingga marah membuncah

Pada tingkah polah mereka

Mengkritik habis perbuatan dan ucap

Dan sekarang..

Kamu mempertunjukkan lakon yang sama

Kamu mengucapkan hal yang sama

Kamu perlahan menjadi seperti mereka

Atau jangan-jangan,

Memang sedari awal kau tak ada bedanya dengan mereka..

Gerahmu hanya untuk puji dan label saja

I’m Home

kamu adalah rumah bagiku..

selalu siap terbuka merangkul tubuh

tempat bernaung dari dunia yang gaduh

paling sempurna tuk berbagi keluh

dan membuat jiwa terisi penuh, utuh..

tahukah kamu,

langkah kaki ini selalu menujumu

setapak demi setapak..

mengantarkan aku pulang

Selamat Pagi, Oktober

kabut semakin tebal

sulit untuk memandang jernih

batas kian menjadi jelas

antara realita dan imaji

dinginnya oktober,

naluri semakin tak pasti..

apakah kau hanya terhalang

atau memang sudah menghilang

The Other Me

Konon katanya, tak kenal maka tak kan sayang. Mari kita berkenalan dan melihat sisi lain dari aku, lebih dekat lagi..

Keep in touch!