Litelenjel's Stories

bercerita tentang rasa yang ada

tak terucap, bukan berarti tak dirasa..

Karena kita punya hati. Tempat bebas untuk menduga, berprasangka, berpendapat, merasa, dan memelihara mimpi. Wilayah abu-abu dari semua penilaian benar salah. Teritorial paling aman lagi pribadi. Kotak pandora penuh misteri, berisi hasrat dan rahasia terdalam.

Dan inilah kisah cerita hatiku. Isi benak dan pikiranku. Tentang aku, kamu, dan sekitar.

Korban Waktu

Kita hanyalah korban dari takdir cerita sang penguasa masa..

Bagaimana waktu telah menjadikan kita dulu tak pernah terpisah

Dan kini, karena ulah waktu pun kita menjadi dua orang asing

Tidak saling tanya

Tak pernah bertegur sapa

Waktu berlalu, seenaknya dia meninggalkan kita dalam kubangan kenangan

Entah kapan dia kembali..

Saat ini, biarlah hanya luka yang menemani

Sampai waktu kan datang kembali di sini,

Untuk mengobati sakitnya patah hati

Karena Dirimu?

Tak akan terjadi jika tak pernah tertuliskan

Tak mungkin ada jika tak diijinkan

Tak kan mungkin jika tak seharusnya

Semua terjadi karena memang skenario yang berkata

Bukan sebab darimu

Bukan kebetulan

Bukan karena dirimu

Jangan sombong duhai hati

Sekali lagi..

Bukan karena dirimu

Kerdil

Manusia sebenarnya tak pernah berubah,

Mereka hanya sedang menunjukkan wajah aslinya, melepaskan topeng kepura-puraan yang selama ini dipelihara..

Sekarang aku kenal siapa kamu sebenarnya,

Manusia kerdil penghisap nyawa..

Kau datang hanya di kala butuh, pergi menghilang di saat semua yang kau perlu sudah dalam genggaman..

Manusia licik dengan segala tipu dayanya..

Apa yang kau kejar?

Siapa yang sedang kau permainkan?

Tunggu saatnya..

Kelak, sumpah serapah yang telah memenuhi langit akan kau panen dalam kutukan paling keji..

Tak pernahkah kau ambil pembelajaran?

Rugi

Karena hidup berjalan bukan sesuai yang kita mau. Kadang kita berjumpa dengan orang yang salah. Atau kerap kali kita bertemu hal yang membuat panas di dada.

Kita hanyalah debu yang terbang menurut pada titah sang angin. Ke arah mana dia bertiup, ke sanalah kita menuju.

Jadikan semua riuh rendah hidupmu hanya untuk mengabdi padaNya yang Maha Tinggi. Persembahkan segala susah payahmu hanya bagiNya sang Maha Berkuasa.

Rugi, sungguhlah rugi.. jika keringat dan air matamu kering hanya untuk didedikasikan kepada debu lainnya.

Duhai hati, ikhlaskan.

Hanya berharap imbalanlah dari yang Maha Pengasih lagi Penyayang

The Other Me

Konon katanya, tak kenal maka tak kan sayang. Mari kita berkenalan dan melihat sisi lain dari aku, lebih dekat lagi..

Keep in touch!